
“Kenapa lama karena buku ini tidak ada literasinya, sehingga harus keliling untuk menulis buku ini. Saya langsung mendatangi tempat yang memiliki informasi itu. Itu yang dilakukan untuk menulis golok, antara pesona dan legenda ini,” ujarnya.
Pada peluncuran buku ini dirinya mencetak 150 buku yang akan disusul dengan pencetakan 3.000 buku.
Tempat-tempat yang pernah didatangi Gatut untuk mencari informasi diantaranya adalah Banten, Betawi dan seluruh wilayah di Jawa Barat, Jawa, Kalimantan hingga Sumatera.
“Yang didatangi ada pelestari, pembuat golok atau pandai dan ada keturunan bahkan garis ke 7 di Cibatu dan Ciomas. Dan itu dirangkum dalam sebuah buku, dan sumber lainnya yang menjadi narasumber, karena buku tidak ada literasinya, dalam satu bilah golok itu pasti terdapat perbedaan pendapat, ini bilang a, b, dan C, itulah kami perlu narasumber untuk merumuskan,” jelasnya.
Ia berharap ke depan buku ini juga bisa memperkaya literasi dan menjadi pegangan dalam referensi golok.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














