’’Saya sudah melayangkan banding karena ada masalah dalam proses verifikasi. Kenapa bisa lolos satu voter mendukung dua balon ketua,’’ tanyanya.

’’Pada 10 Agustus saya menyerahkan berkas pendaftaran, kemudian hingga 22 Agustus dilakukan verifikasi. Hasilnya saya tidak lolos.’’

CEO Pakuan City FC ini menyebut ada tiga hal yang dipertanyakan di Komisi Banding (KB) PSSI Askot Bogor. Pertama, ada dugaan ketidaktransparansian penilaian dari KP sehingga dinyatakan tidak lolos verifikasi.

BACA JUGA :  Jaro Ade Resmi Buka Turnamen Golf Bergengsi HJB ke-544 di Gunung Putri

Kedua, mempertanyakan klub manakah yang mendukung dua balon. ’’Siapa voternya, saya ingin bukti otentik terkait adanya dua dukungan dari satu klub yang sama,’’ tegasnya.

’’Dan terakhir mempertanyakan tentang mekanisme dari KP yang melakukan pengabsahan surat (dukungan) tersebut,’’ tambah pria yang berprofesi sebagai dokter hewan itu.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Cup 2026 Jadi Wadah Pemersatu dan Perekat Kekompakan Wartawan Kota dan Kabupaten

Adapun tujuan Dodi menggugat hasil keputusan KP kepada KB  karena hal ini baru pertama kali  terjadi dalam KLB PSSI Askot Bogor.

’’Menjadi dinamika baru supaya lebih baik. Kita sama-sama belajar untuk mengetahui bagaimana mekanisme dalam banding,’’ tutupnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================