
Pembelian lahan itupun terkesan tergesa – gesa dan seperti dipaksakan dan tanpa kajian, karena lahan seluas kurang lebih 7000 meter persegi itu berada di bawah saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet).
“Jangan hanya karena kepala Desa Leuwinutug memiliki kedekatan yang spesial dengan elit parta dan wakil rakyat, lantas dengan mudahnya meruntuhkan perjuangan kami untuk membangun SMPN 4 Citeureup di Desa Sukahati yang sudah digagas sejak tahun 2016 lalu,” tegas dia.
Tentunya kebijakan ngawur dan ugal – ugalan Disdik maupun para pemangku kebijakan di Bumi Tegar Beriman telah mencederai dan melukai hati warga Desa Sukahati.
“Jangan hanya karena punya hajat di tahun politik 2024 nanti, menghalalkan segala cara. Ingat, jika pembelian lahan di bawah sutet itu dipaksakan dan dibangun gedung SMPN 4 Citeureup di bawah Sutet, akan ada dampak kesehatan pada siswa,” katanya.
Seharusnya, dia menambahkan, pemerintah memberikan fasilitas terbaik bagi generasi muda bukan hanya dari segi pendidikan namun sisi kesehatan siswa pun jadi perhatian.
“Jangan korbankan generasi muda, anak – anak kita jadi korban keserakahan demi mendapatkan keuntungan materi maupun keuntungan politik. Batalkan pembelian lahan di bawah Sutet, kembalikan pada rencana awal pembanguan SMPN 4 Citeureup di Desa Sukahati,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















