Taylor Swift Disebut Sebagai Penyumbang Polusi Terbesar Dunia

Sebenarnya, masalah penggunaan jet pribadi sudah menjadi bahasan selama bertahun-tahun, Kawula Muda.

Menurut laporan dari Transport & Environment berjudul ‘Private Jet: Can The Super Rich Supercharge Zero-Emission Aviation?” tahun 2021, penerbangan udara saja sudah menjadi moda transportasi yang paling intensif menghasilkan karbon, sebab CO2 dan efek non-CO2 yang dihasilkannya.

Laporan ini mengungkapkan jika bahwa jet pribadi memiliki efek yang buruk terhadap lingkungan.

Dalam satu jam saja, satu jet pribadi dapat mengeluarkan dua ton CO2. Di sisi lain, rata-rata orang di Uni Eropa hanya mengeluarkan 8,2 ton equivalent CO2 (tCO2eq) dalam satu tahun penuh.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Meski laporan ini menekankan bahwa pemakai jet pribadi ini hanyalah sekelompok kecil orang super kaya, yakni 1 persen dari populasi dunia, namun 1 persen populasi tersebut telah menghasilkan 50 persen emisi global.

Penekanan juga diberikan pada orang-orang super kaya yang menggunakan jet pribadi untuk jarak yang sangat pendek, atau kurang dari 500 kilometer.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Sebagai informasi, karbon atau karbon dioksida merupakan gas rumah kaca. Karbon dihasilkan dari berbagai macam proses, dan salah satu penyumbang besarnya adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti bensin, avtur (bahan bakar pesawat), dan diesel.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News