BOGOR-TODAY.COM – Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansyuri mengingatkan adanya ancaman El Nino terhadap ketahanan pangan Indonesia, salah satunya terkait pasokan dan harga beras.
Tidak sekadar El Nino, Abdullah juga menyoroti kurangnya pengawalan, pendampingan, serta penguatan terhadap para petani. Padahal, beras merupakan bagian penting dari kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
“Akibatnya, petani kita tidak banyak melakukan tanam. Hal ini kemudian berdampak pada pasokan beras dan permintaan di masyarakat,” ungkap Abdullah Mansyuri dikutip dari Beritasatu.com, Rabu (30/8/2023).
Abdullah menambahkan, Bulog memang sudah diberikan tugas oleh pemerintah untuk menjaga stok beras, tetapi jika keseimbangan antara produksi dan pasokan tidak terjaga, maka masalah akan muncul.
Abdullah menyampaikan, faktor El Nino turut memainkan peran penting. Beberapa wilayah menghadapi kondisi kekeringan karena dampak El Nino. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan puncak siklus El Nino akan berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2023.
“Faktor El Nino turut berkontribusi juga, mengingat adanya fluktuasi harga pangan di pasar global. Akhirnya berefek pada permintaan kita di luar negeri atau impor, itu juga mengalami persoalan,” kata Abdullah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















