BOGOR-TODAY.COM – Sebuah riset genetik terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Inggris telah menemukan bahwa depresi mungkin menjadi penyebab langsung dari diabetes tipe 2.

Penelitian ini mengaitkan lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia dengan diabetes tipe 2, yang kemungkinan memiliki keterkaitan melalui faktor genetik dan hubungan sebab-akibat dengan depresi.

Dr. Shaunak Ajinkya, seorang psikiater di Kokilaben Dhirubhai Ambani Hospital India, menyatakan bahwa depresi dan diabetes tipe 2 memiliki hubungan yang kompleks, yang berarti keduanya saling memengaruhi satu sama lain dan meningkatkan risiko kesehatan.

Sejarahnya, diabetes tipe 2 dan depresi telah lama dihubungkan, dengan orang yang menderita diabetes tipe 2 memiliki dua kali lebih besar kemungkinan untuk mengalami depresi dibandingkan dengan populasi umum. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Ajinkya seperti yang dilaporkan oleh Indian Express pada Senin (11/9/2023).

BACA JUGA :  Puasa Muharram 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Menurut Dr. Ajinkya, depresi dapat menjadi faktor risiko dalam pengembangan diabetes tipe 2 karena dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang yang berkaitan dengan perkembangan penyakit ini.

Stres kronis dan depresi dapat mengarah pada perilaku tidak sehat seperti konsumsi makanan berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan gangguan tidur, yang semuanya dapat memicu obesitas dan resistensi insulin. Kedua faktor ini dikenal sebagai faktor utama dalam risiko diabetes tipe 2.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Lebih lanjut, depresi dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres dan mengganggu keseimbangan hormon yang terlibat dalam metabolisme glukosa, seperti kortisol, insulin, dan glukagon. Di sisi lain, diabetes tipe 2 juga dapat menjadi faktor yang memicu terjadinya depresi.

Dr. Ajinkya menjelaskan bahwa mengelola penyakit kronis, stres yang terkait dengan kondisi tersebut, dan potensi komplikasi dapat secara signifikan memengaruhi kesehatan mental seseorang dan meningkatkan risiko terjadinya depresi. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================