BOGOR-TODAY.COM – Masyarakat Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara mengalami kelaparan akibat dilanda cuaca ekstrem yang menghambat pengiriman bahan makanan ke wilayah Kepulauan Batu tersebut.
Camat Simuk, Gentelman Bago, melaporkan bahwa cuaca ekstrem telah berlangsung selama dua bulan terakhir di wilayah ini, menyebabkan kapal-kapal logistik yang biasanya mengirimkan bahan pangan tidak dapat bersandar di pelabuhan.
Ancaman kelaparan ini bukan kali pertama terjadi, tetapi kali ini merupakan yang paling parah dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, masalah serupa hanya berlangsung selama dua atau tiga hari, namun saat ini sudah hampir 10 hari berlangsung.
Menurut Gentelman Bago, kondisi cuaca ekstrem, terutama dalam dua pekan terakhir, membuat kapal logistik kesulitan bersandar di Pelabuhan Simuk karena wilayah tersebut dikelilingi oleh batu karang besar dan ombak tinggi.
Sebagai akibatnya, kapal-kapal tersebut terpaksa harus memutar haluan.
Selama ini, pasokan logistik hanya datang dari Pulau Tello Kabupaten Nias Selatan dan Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.
Di sisi lain, Simuk hanya memiliki satu pelabuhan yang memungkinkan kapal bersandar.
Akibat cuaca ekstrem ini, persediaan pangan semakin menipis dalam 10 hari terakhir, dan dalam seminggu terakhir, warga hanya memiliki akses terhadap roti, mi instan, terigu, ketan, dan sagu.
Meskipun begitu, krisis pangan belum juga mendapatkan solusi, karena kapal pengiriman bahan makanan masih belum tiba.
Hal ini mengakibatkan persediaan pangan di warung-warung habis dalam tiga hari terakhir, dan masyarakat terpaksa hanya mengandalkan sagu sebagai sumber makanan mereka. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















