Laporan dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang mencatat bahwa erupsi tersebut terjadi sebanyak 4 kali.

Dalam laporan tertulis yang disampaikan oleh petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur pada periode 13 Januari 2023 antara pukul 06.00-12.00 WIB, terdapat tiga kali guguran dengan jarak luncur sekitar 800 meter ke arah Besuk Kobokan.

“Selama periode ini, tercatat aktivitas seismik mencakup 19 letusan dengan amplitudo 13-22 mm, satu kali guguran dengan amplitudo 4 mm, satu kali hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan dua kali aktivitas tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 mm,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo.

  1. Sabtu, 4 Desember 2022
BACA JUGA :  Belasan Atlet Anggar Kota Bogor Siap Bertolak dan Berlaga di Malaysia

Gunung Semeru mengakhiri tahun tersebut dengan erupsi. Erupsi ini menyebabkan lava dan awan panas melanda beberapa daerah di sekitarnya.

Letusan pertama terjadi pukul 02.46 WIB dan menghasilkan awan setinggi kurang lebih 15 kilometer di atas puncak.

Data seismograf mencatat bahwa erupsi tersebut menghasilkan getaran maksimum dengan amplitudo 35 milimeter dan berdurasi 0 detik.

Bahkan, aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlanjut hingga Selasa, 6 Desember 2022. Pada pukul 05.02 WIB, Semeru tercatat melepaskan abu sejauh kurang lebih 400 meter di atas puncak gunung.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Pastikan Sektor Perikanan di Tenjolaya Berjalan Optimal

Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, status gunung dinaikkan dari Level III atau Siaga menjadi Level IV atau Awas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB juga melaporkan bahwa sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 lokasi setelah erupsi dan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================