BOGOR-TODAY.COM – Kakak kandung korban wanita yang mengalami pembunuhan di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, M. Ridho Saefuddin (22) mengaku mendapat informasi peristiwa tersebut, pada Sabtu (23/9/2023) pagi.
Wanita muda tersebut mengalami kritis saat ditemukan oleh warga dengan bersimbah darah dan hingga meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.
Keluarga mendapat informasi dari kepolisian bahwa korban mengalami musibah kecelakaan dan dinyatakan sudah tak bernyawa saat dilarikan ke RS Islam Bogor.
“Tiba tiba sebelum adzan subuh ada polisi bilangnya dari Polresta ke sini (ke rumah) bertiga, ngasih tau peristiwa itu. Terus si mama nangis ngasih tau ke saya, adek kecelakaan di Tanah Sareal udah bersimbah darah belum bilang udah gak ada (meninggal). Cuma keadaannya pas dijalan mau dibawa ke rumah sakit ternyata udah gak ada. Polisi langsung menyampaikan begitu,” ungkap Ridho saat dikutip, Minggu (24/9/2023).
Mengetahui hal itu, dirinya langsung mengabarkan sang Ayah yang saat itu sedang dinas ke luar kota alias tak di rumah. Tak lama kemudian, kata dia, pihak keluarga langsung mendatangi RS Islam dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga membuat laporan ke Polsek Tanah Sareal.
Berdasarkan penelusurannya, Ridho menyebut sempat menghubungi sejumlah kerabat korban. Sebab, korban terakhir berpamitan dari rumah untuk pergi bermain ke rumah salahsatu temannya dengan mengendarai motor sehari-hari korban yakni, Suzuki GSX R150.
“Ada sore kemarin itu (Jumat *red) jam 4an izin pergi ke rumah temannya namanya si Abil, naik motor. Kata temannya itu, jam 10 pulang lah dia (RS). Ditanya sama saya, bilangnya kemana, Abil jawab gatau,” jelasnya.
“Akhirnya temannya itu cari tau, dan ngasih kabar lagi dapat info dari grup sebelah. Katanya almarhum ketemuan sama mantannya namanya Mumuh itu, di depan gang terus dibawa katanya ke kebon. Mangkanya belum tau info yang sebenarnya seperti apa masih ditelusuri,” imbuhnya.
Dirinya menyebut, pasca kejadian polisi mengamankan sejumlah barang milik korban termasuk kendaraan milik korban yang saat itu berada dipinggir jalan tepat disamping korban tergeletak.
Pihaknya sangat berharap jajaran kepolisian dapat segera menangkap pelaku yang dengan tega menganiaya adik satu-satunya tersebut dan diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya.
“Saya ga tega liat orangtua nangis terus, semoga polisi bergerak cepat menangani kasus adik saya ini, dan pelakunya dapat ditangkap sambil menunggu hasil otopsi dari RS Polri,” tandasnya.
Semengtara, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyebut, korban yang merupakan warga perumahan Graha Aradea, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor itu diduga merupakan korban penganiayaan berat hingga menyebabkan meninggal dunia.
“Penganiayaan berat. Korban meninggal dunia di rumah sakit, korban (langsung) kami otopsi,” ungkapnya dikutip Minggu, 24 September 2023.
Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini, sambung dia, jajaran Polsek Tanah Sareal dan Reskrim Polresta Bogor tengah tengah mengejar terduga pelaku yang sudah diketahui identitasnya.
“Masih dalam pendalaman. Identitas tersangka sudah kami kantongi. Kami segera tangkap pelakunya,” tegas Bismo.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















