
Hal tersebut menurut Bima Arya menggambarkan betapa Raden Saleh adalah sosok yang sangat humanis, pluralis dan memiliki jejaring yang sangat luas. Cerita Raden Saleh di Dresden adalah cerita tentang persahabatan, kemanusiaan, kebersamaan dalam keberagaman.
“Kota Bogor Insya Allah akan selalu terinspirasi keteladanan Raden Saleh. Sekali lagi terima kasih kepada Habib Lutfi telah menjadikan tempat ini jauh lebih baik. Dan kita sedang membangun Graha Prawira Galeri Kota Bogor yang Insya Allah Desember selesai dan disitu kita akan abadikan legenda inspirasi Raden Saleh, tidak hanya lukisannya tetapi cerita keteladanan dari Raden Saleh,” jelasnya.
KH Mustofa Abdulah Bin Nuh menambahkan, berkumpulnya para jamaah dan semua pihak untuk memperingati acara tahunan atau haul dari seorang tokoh yang luar biasa, kekasih Allah yang mencapai tingkat kecintaan kepada Allah kemudian dilukiskan kecintaan dalam bahasa lukisan, yakni Raden Saleh.
“Yang kita peringati adalah kematiannya bukan kelahiranya, karena dalam filosofi Islam yang dipandang penting dan bermakna adalah kematian, bukan kelahiran. Dari kematian ini seseorang akan terlihat, nilai kehidupan, karena dunia ini negeri ujian, darull bala, di sini kita diuji, maka kelahiran itu awal kita memasuki ujian dan meninggal adalah saat mengakhiri ujian,” kata Abah Toto sapaannya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















