BOGOR-TODAY.COM – Puluhan siswa SDN Jati 3 Saguling, Kabupaten Bandung Barat mengalami keracunan massal dan harus menjalani perawatan yang intensif. Dari sejumlah siswa yang menjadi korban keracunan massal ini, satu siswa dilaporkan meninggal dunia.

Melansir beritasatu.com, Kamis (28/9/2023) data sementara tercatat ada sekitar 33 siswa yang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi jajanan yang dibeli dari seorang pedagang di SDN Jati 3 Saguling.

Kepala Puskesmas Saguling, Burhan, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa yang diduga keracunan saat ini sedang menjalani perawatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit.

Burhan merinci, di Puskesmas Saguling ada 15 siswa yang sedang dirawat dan 11 korban yang menjalani perawatan sebagai pasien rawat jalan.

“Di Rumah Sakit Kartini ada tiga orang, Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan ada satu orang, Klinik Assyyidha ada satu orang, dan satu orang lagi di Rumah Sakit Dustira, yang sayangnya telah meninggal dunia,” ungkap Burhan

BACA JUGA :  MURID BERPRESTASI SAAT LIBURAN

Burhan juga mengungkapkan bahwa siswa yang meninggal adalah siswa kelas III SDN 3 Jati yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, yaitu thalasemia.

Siswa-siswa yang menjadi korban keracunan massal ini rata-rata mengalami gejala muntah dan diare, yang merupakan gejala khas dari keracunan makanan.

“Sementara ini, kami menduga bahwa keracunan massal yang dialami oleh puluhan siswa ini disebabkan oleh jajanan anak-anak yang tersedia di area sekolah, yaitu jajanan cimin yang terbuat dari aci dan ditaburi dengan bumbu pedas,” katanya.

Sementara itu, Camat Saguling, Kemal Adhiyaksa, menjelaskan bahwa peristiwa keracunan ini berawal saat para siswa SDN 3 Jati mengeluhkan gejala seperti mual, diare, pusing, demam, dan muntah-muntah secara bersamaan. Gejala-gejala ini muncul setelah mereka mengonsumsi jajanan di sekolah pada Selasa (26/9/2023) lalu.

BACA JUGA :  Tampil Perkasa di Arcamanik, Skuat Sepak Bola Kota Bogor Hancurkan KBB 5-0

Kemal menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan pelayanan pasien ini ditangani secara maksimal dan untuk mengurangi kendala-kendala yang ada.

Selain itu, mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji laboratorium pada sampel makanan.

Kemal berharap agar jumlah korban tidak bertambah dan terus berdoa untuk kondisi para korban keracunan massal yang masih dalam perawatan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================