Bandara Soekarno Hatta
Bandara Soekarno Hatta. Foto : Bisnis/Rizqi Rajendra

BOGOR-TODAY.COMBandara Soekarno Hatta telah mengintensifkan langkah-langkah protokol kesehatan bagi penumpang pesawat sebagai langkah pencegahan terhadap virus Nipah yang dapat berpotensi masuk ke Indonesia.

Melansir beritasatu.com, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, langkah-langkah tersebut mencakup observasi yang lebih ketat terhadap penumpang pesawat yang datang dari negara terjangkit virus Nipah, termasuk yang datang langsung maupun yang melakukan transit.

“Melakukan pengamatan tanda dan gejala lebih spesifik pada penumpang pesawat yang berasal dari negara terjangkit India, baik direct flight maupun yang transit,” ujar Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Naning Nugrahini, Sabtu (30/9/2023).

Tindakan ini berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK 02 02/C/4022/2023 yang ditujukan kepada berbagai pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Pemangku Kepentingan lainnya.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Naning menjelaskan bahwa tindakan pengawasan di Bandara Soekarno Hatta ini juga melibatkan komunikasi yang erat dengan maskapai penerbangan yang berasal dari negara yang terkena dampak, dengan tujuan memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran, serta memonitor gejala seperti demam akut, batuk, pilek, sakit kepala, dan kejang pada penumpang untuk dilaporkan secara cepat.

Meskipun hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah yang dilaporkan di Bandara Soekarno Hatta, upaya pencegahan termasuk pemindaian (scanning) penumpang yang datang dari negara terjangkit tetap dilakukan untuk mendeteksi adanya virus. Pemeriksaan fisik oleh petugas dan dokter juga akan dilakukan untuk mengamati tanda-tanda gejala dan menjalankan protokol kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat di pesawat.

“Nanti akan ada petugas dan dokter melakukan pengecekan dari secara fisik untuk melihat tanda tanda-adanya gejala. Pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di pesawat, termasuk protokol kesehatan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Sekadar informasi, virus Nipah adalah jenis virus zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dan bahkan antar-manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi seperti air liur, darah, dan urine.

Selain itu, konsumsi daging hewan yang terinfeksi virus Nipah, terutama yang kurang matang, juga dapat menjadi sumber infeksi.

Setelah pengalaman pandemi COVID-19, virus Nipah telah menjadi ancaman baru. Saat ini, wilayah Kerala, India Selatan, dilanda wabah virus Nipah yang telah menyebabkan dua kematian.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Kerala juga menghadapi wabah serupa yang menelan korban sebanyak 17 orang, dan pada tahun 2021, terjadi kasus lain yang menimpa seorang anak berusia 12 tahun. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================