AYO CEGAH MUNCULNYA PKI DAN KOMUNIS GAYA BARU

Semakin mesranya hubungan pemerintah RI dengan pemerintah China dalam berbagai bidang. Diantaranya dibangun dan diresmikannya Monumen Laskar China di TMII oleh Mendagri Cahyo Kumolo.

Sepanjang sejarah perjuangan kemerdekaan RI tidak ada laskar China, kecuali Poh An Tui yang tercatat sebagai pengkianat.

Partai penguasa di Indonesia bekerjasama dengan Partai Komunis China secara terbuka. Anjuran Presiden untuk menggunakan mata uang China Yuan dalam perdagangan internasional.

Munculnya jargon-jargon PKI seperti revolusi mental, sama rata sama rasa, masyarakat tanpa kelas dan lain sebagainya.

Muncul lambang PKI palu arit di kaos, medsos dan tempat umum serta munculnya tokoh-tokoh PKI di HUT RI dan baliho Bandara Soekarno-Hatta.

BACA JUGA :  Beasiswa Garuda Gelombang II 2026 Masih Dibuka, Kuliah S1 Dalam dan Luar Negeri Dibiayai Penuh

Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran PKI. Simposium tentang PKI pada tahun 2016 yang menempatkan PKI sebagai korban.

Usulan pencarian dan penggalian kuburan massal anggota PKI dengan mengabaikan pembantaian yang dilakukan PKI.

Sejumlah tokoh pendukung PKI menggalang dukungan untuk mengelar pengadilan internasional mendukung PKI.

Jadi bukti-bukti ini terlalu kuat, memang PKI akan bangkit lagi di Indonesia bahkan di dunia. Peristiwa G30S/PKI adalah sejarah teramat kelam bagi bangsa Indonesia.

BACA JUGA :  Resep Asam Padeh Tongkol Khas Padang, Kuah Asam Pedas yang Menggugah Selera

Sebagai bangsa yang beradab dan beragama kita semua harus memaafkan PKI, tapi kita tidak boleh melupakan kekejaman yang pernah PKI lakukan.

Untuk mencegah munculnya lagi PKI dan komunis gaya baru, kita harus tegas untuk menerapkan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam kehidupan sehari-hari.

InsyaAllah dengan semangat hidup religius, ajaran komunisme tidak akan laku pada masyarakat Indonesia. Jayalah Indonesiaku. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================