AYO CEGAH MUNCULNYA PKI DAN KOMUNIS GAYA BARU

HERU B_OPINI-1
Heru B Setyawan penulis opini berjudul “Jendral, Capres Dan Cawapres Baliho”. (FOTO : IST)

Oleh : Heru B Setyawan

HATI penulis terasa teriris-iris jika memasuki tanggal 30 september, ya pas hari ini. Karena ada peristiwa yang sangat kejam dan kelam bagi sejarah bangsa Indonesia.

Ya peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI). Aksi pengkianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) ini termasuk pelanggaran HAM berat karena jumlah korban meninggal mencapai 1 juta orang.

Meski anak jaman sekarang kebanyakan tidak tahu apa itu PKI dan komunis sebagai pahamnya, tapi kita tidak boleh melepas kewaspadaan terhadap bangkitnya lagi PKI dengan ajaran komunisnya.

Meski sekarang komunis sudah mengalami perubahan, tapi kita tidak boleh terlena, karena sekarang yang ada adalah komunis gaya baru, ini bisa dilihat dari data dan fakta yang ada di masyarakat.

Setelah reformasi pada tahun 1998 ada fenomena  menarik, yang mengindikasikan kebangkitan PKI secara sistimatik, yaitu:

Adanya usulan untuk mencabut TAP/MPRS/NO XXV Tahun 1966 Tentang pembubaran dan pelarangan PKI.

Peniadaan LITSUS (Penelitian Khusus) bagi pejabat publik untuk buktikan bersih diri dari unsur atau berafiliasu dengan PKI.

Akibat tanpa LITSUS ini banyak anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi komunis menjadi pejabat publik di daerah dan bahkan di DPR Pusat.

Penghentian pemutaran film G30S/PKI di tv nasional. Sebaliknya adanya film yang pro PKI yaitu film Senyap. Terbitnya buku-buku yang membela PKI secara meluas dan dijual bebas.

BACA JUGA :  Kenaikan Harga Pertamax Bikin Kantong Warga Cibinong Jebol

Maraknya pembelaan terhadap PKI di media cetak, elektronik dan medsos yang demonstratif dan provokatif.

Munculnya Ormas, LSM dan Orsospol yang berhaluan PKI seperti PRD, PEPERNAS, PAKORBA dan YKPP 65/66.

Adanya pagelaran seni, seminar, dialog, simposium dan temu kangen untuk membela PKI. Posisi Komnas HAM dan LSM liberal membela mati-matian PKI atas nama HAM.

Usulan penghapusan kolom agama pada KTP, sehingga anggota PKI ada kesempatan untuk tidak mengisi agama pada KTPnya.

Adanya desakan dan tekanan kepada Presiden Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi agar minta maaf pada PKI, Alhamdulillah semua Presiden ini tidak mau minta maaf pada PKI.

Semakin mesranya hubungan pemerintah RI dengan pemerintah China dalam berbagai bidang. Diantaranya dibangun dan diresmikannya Monumen Laskar China di TMII oleh Mendagri Cahyo Kumolo.

Sepanjang sejarah perjuangan kemerdekaan RI tidak ada laskar China, kecuali Poh An Tui yang tercatat sebagai pengkianat.

Partai penguasa di Indonesia bekerjasama dengan Partai Komunis China secara terbuka. Anjuran Presiden untuk menggunakan mata uang China Yuan dalam perdagangan internasional.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Munculnya jargon-jargon PKI seperti revolusi mental, sama rata sama rasa, masyarakat tanpa kelas dan lain sebagainya.

Muncul lambang PKI palu arit di kaos, medsos dan tempat umum serta munculnya tokoh-tokoh PKI di HUT RI dan baliho Bandara Soekarno-Hatta.

Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran PKI. Simposium tentang PKI pada tahun 2016 yang menempatkan PKI sebagai korban.

Usulan pencarian dan penggalian kuburan massal anggota PKI dengan mengabaikan pembantaian yang dilakukan PKI.

Sejumlah tokoh pendukung PKI menggalang dukungan untuk mengelar pengadilan internasional mendukung PKI.

Jadi bukti-bukti ini terlalu kuat, memang PKI akan bangkit lagi di Indonesia bahkan di dunia. Peristiwa G30S/PKI adalah sejarah teramat kelam bagi bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang beradab dan beragama kita semua harus memaafkan PKI, tapi kita tidak boleh melupakan kekejaman yang pernah PKI lakukan.

Untuk mencegah munculnya lagi PKI dan komunis gaya baru, kita harus tegas untuk menerapkan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam kehidupan sehari-hari.

InsyaAllah dengan semangat hidup religius, ajaran komunisme tidak akan laku pada masyarakat Indonesia. Jayalah Indonesiaku. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================