BOGOR-TODAY.COM – Monk mode atau mode biksu saat ini tengah viral di media sosial. Bahkan tagar #monkmode sudah ditonton 70 juta kali di TikTok. Apa sebetulnya tren monk mode ini?
Dilansir dari Thenationalnews, Kamis (13/10/2023), monk mode merupakan pendekatan produktivitas yang terinspirasi oleh gaya hidup disiplin para biksu. Slogan monk mode menganjurkan untuk istirahat dari media sosial, seperti TikTok dan Instagram untuk fokus pada tugas atau pekerjaan.
Singkatnya, monk mode adalah bentuk detoksifikasi digital dengan menjauhi notifikasi media sosial yang terus-menerus dengan tujuan meningkatkan produktivitas.
Melalui tagar #monkmode, orang-orang berbagi tip tentang cara menjalani hari untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari bangun pagi, merapikan tempat tidur, hingga berolahraga dan makan dengan benar, tetapi itu semua dimulai dengan mematikan media sosial untuk lebih fokus.
Sebagian orang yang pernah terobsesi dengan media sosial mengaku mulai menyadari bahwa terlalu fokus pada citra yang mereka tampilkan di media sosial bisa mendatangkan masalah.
“Saat Anda menghapusnya, Anda akan menyadari bahwa Anda sebenarnya tidak memerlukannya,” ujar Gabriella Steinerman, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang sebelumnya mengaku kecanduan dengan media sosial, dikutip dari New York Post.
Menghentikan penggunaan media sosial sepenuhnya mungkin akan terasa sulit dengan hanya mengandalkan kemauan kuat. Tidak semua orang mau atau mampu melakukannya. Karenanya, beberapa orang juga menggunakan bantuan aplikasi untuk memblokir media sosial atau situs web.
Cara kerja aplikasi ini mirip dengan fitur Apple’s Screen Time. Pengguna dapat mengatur batasan waktu untuk aplikasi tertentu. Aplikasi yang telah dikunci tidak dapat diakses hingga batas waktu tertentu berakhir.
CEO Freedom Fred Stutzman mengungkapkan, masalah utama yang dihadapi saat ini adalah media sosial telah dirancang sedemikian rupa sehingga membuatnya sangat menarik dan memikat.
Ia menyebut perusahaan besar seperti Meta menggunakan kecerdasan buatan dan perilaku manusia untuk membuat aplikasi mereka lebih memikat, sehingga “pertarungan” melawan ketagihan media sosial bukanlah hal yang mudah bagi kebanyakan orang. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















