Maka dari itu, Ida bersama dengan pihak desa setempat, termasuk tingkat RT, sepakat untuk menciptakan makam tiruan ini sebagai tindakan preventif untuk mengingatkan dan menakut-nakuti mereka yang masih membuang sampah sembarangan di lokasi ini.

Jalur ini adalah akses alternatif ke Cikampek, yang juga memiliki pasar induk, sehingga banyak orang yang melewati jalur ini dan membuang sampah secara sembarangan. Makam tiruan ini pada dasarnya adalah pesan simbolis untuk mendorong orang untuk tidak membuang sampah di tempat yang bukan seharusnya.

BACA JUGA :  Ternyata Mengumpat Tidak Selalu Buruk, Ini Sejumlah Manfaatnya Menurut Penelitian

Selain makam tiruan, spanduk-spanduk dengan berbagai himbauan dan larangan juga dipasang di sekitarnya, seperti ‘Hanya Binatang yang Membuang Sampah di Sini!’ dan tulisan satir ‘Ya Allah, Azabkanlah Mereka yang Membuang Sampah di Sini.’

Selain itu, terdapat tawaran hadiah bagi yang melaporkan orang yang membuang sampah di tempat ini dan juga denda bagi pelanggarnya.

BACA JUGA :  Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Penjelasan Gizi di Balik Sorotan Presiden Prabowo pada Program MBG

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makam-makam tersebut hanyalah tindakan simbolis yang dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================