Meskipun ada pandangan bahwa mencuci jeans terlalu sering dapat menyebabkan keausan serat dan kerusakan cepat, Bergh tetap mencuci jeansnya, namun dengan metode yang spesifik.

“Jika saya tumpahkan saus kari pada jeans, saya hanya akan membersihkan area yang terkena tumpahan tersebut. Jika jeans saya benar-benar kotor, misalnya setelah berolahraga, saya akan mencucinya di kamar mandi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Menurut pandangan Bergh, cara terbaik untuk mencuci jeans adalah membersihkan hanya pada bagian yang memang kotor dengan menggunakan sabun mandi, bukan seluruh permukaan pakaian, apalagi menggunakan mesin cuci.

Selain itu, Bergh juga mencatat bahwa mencuci jeans adalah salah satu penyumbang besar terhadap jejak karbon pakaian, dan mesin cuci menggunakan banyak air yang berpotensi merusak lingkungan.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

Pendapat ini sejalan dengan pandangan beberapa ahli yang menyebutkan bahwa jarang mencuci pakaian dapat memberikan dampak positif pada lingkungan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================