BOGOR-TODAY.COM – Komunitas aset kripto mengalami kekhawatiran yang mendalam pada Sabtu, 14 Oktober 2023, ketika MetaMask, sebuah dompet Ethereum yang terhubung ke berbagai Web3 DApps, tiba-tiba dihapus dari App Store Apple, menimbulkan kepanikan di antara 30 juta pengguna.
Situasi ini menjadi semakin serius karena MetaMask tidak dapat diunduh langsung dari situs resmi mereka, memicu spekulasi yang berkembang.
Namun, penting untuk dicatat bahwa hilangnya MetaMask tidak disebabkan oleh masalah keamanan, melainkan disebabkan oleh kebijakan ketat yang diterapkan oleh Apple terkait dengan aplikasi yang menjalankan “proses latar belakang yang tidak terkait,” yang mencakup aktivitas seperti penambangan mata uang kripto.
Sebuah sinyal optimisme muncul dari pernyataan seorang juru bicara MetaMask yang menjelaskan bahwa penghapusan ini hanya bersifat sementara.
“Kami meyakinkan bahwa MetaMask akan segera kembali ke App Store,” kata MetaMesk dikutip Cryptonewsisland dikutip, Senin (16/10/2023).
Seperti yang dijanjikan, MetaMask akhirnya kembali ke App Store, dan perusahaan mendorong pengguna untuk melaporkan adanya produk palsu.
Ini bukan pengalaman pertama MetaMask menghadapi tantangan dari perusahaan teknologi besar. Pada tahun 2019, aplikasi ini mengalami penangguhan dari Google Play karena melanggar ketentuan layanan keuangan.
Selain itu, persyaratan Apple yang mengenakan biaya 30% dari pengembang aplikasi menjadi kendala, terutama bagi perusahaan aset kripto yang berfokus pada transaksi token non-fungible (NFT).
Meskipun demikian, MetaMask akan terus menghadapi tantangan ini, dan masa depan mereka di ranah aset kripto tetap cerah. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















