
Pria yang akrab disapa Gus M itu mengatakan, perlu adanya sistem pendidikan dan pengawasan yang baik, dalam menekan kasus pelecehan dan pencabulan terhadap anak di Kota Bogor.
“PR-nya saya rasa sangat banyak, karena Kota Layak Anak sendiri merupakan pembangunan sebuah sistem,” ujar Gus M.
Gus M menilai fokus perhatian pemerintah, dalam hal ini DP3A Kota Bogor, tampaknya masih terfokus pada respon, namun belum terlihat jelas bagaimana membangun budaya perlindungan anak dengan pendekatan berbasis masyarakat, sekolah, dan keluarga.
Mengingat kejahatan terhadap anak merupakan potensi bahaya dan cenderung dilakukan oleh orang-orang terdekat anak, sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dikalangan orang tua, guru, aparat, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam kasus ini.
“Jangan sampai predikat Kota Layak Anak hanya sebagai gengsi. Pertanyaannya sejauh mana aktifasi PATBM Kota Bogor, lingkungan RT/ RW ramah anak, kelurahan/ kecamatan ramah anak, sejauh mana sekolah ramah anak dan sebagainya. Apalagi dengan visi Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga, yang seharusnya ini harus mendapatkan perhatian khusus,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















