
Ketika muncul bintil berisi nanah, terutama jika ada kontak dengan hewan seperti monyet atau tupai, atau jika baru-baru ini melakukan perjalanan ke daerah dengan banyak kasus cacar monyet, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Untuk mendiagnosis cacar monyet, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul serta mengambil riwayat perjalanan pasien ke negara dengan kasus cacar monyet. Diagnosis yang lebih pasti dapat ditegakkan dengan tes darah, tes usap tenggorokan, atau biopsi kulit.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk cacar monyet, dan penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya dalam 2–4 minggu. Namun, vaksin cacar dapat membantu mencegah penyebaran cacar monyet.
Pencegahan utama cacar monyet melibatkan hindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, serta menjaga kebersihan tangan. Juga, vaksin cacar dapat diberikan kepada petugas medis yang merawat pasien cacar monyet.
Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, meskipun dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, yang belum divaksinasi, atau yang tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi infeksi bakteri, paru-paru, ensefalitis, dan keratitis.
Jika Anda memiliki hewan peliharaan yang diduga terinfeksi cacar monyet, segera hubungi dokter hewan dan hindari kontak dengan hewan tersebut. Hewan yang diduga terinfeksi dapat menunjukkan gejala seperti demam, batuk, mata merah, hidung berair, kehilangan nafsu makan, ruam, atau bulu rontok. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















