
Efek perjudian terhadap otak manusia mencerminkan efek yang sama seperti kokain, heroin, nikotin, dan alkohol, yang merangsang sistem “hadiah” dalam otak.
Sistem ini didorong oleh dopamin, neurotransmitter yang memperkuat sensasi kenikmatan dan menghubungkannya dengan perilaku tertentu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pecandu judi dapat kehilangan sensasi kenikmatan saat mereka menang, dan mereka memiliki aktivitas listrik yang rendah di wilayah otak prefrontal yang berperan dalam penilaian risiko dan pengendalian naluri.
Namun, Dr. Fong menekankan perbedaan signifikan antara perjudian dan kecanduan narkoba, dengan distorsi kognitif yang khas terjadi pada perjudian, di mana individu cenderung percaya bahwa mereka akan menang jika mereka terus berjudi, sebuah aspek yang tidak ditemukan pada kecanduan alkohol, tembakau, atau kokain.
Distorsi kognitif sering kali mendorong individu yang telah mengalami kerugian besar untuk terus berjudi, dengan harapan dapat mengatasi kerugian mereka. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















