
Selain itu, dampak ekstrem yang berkaitan dengan air juga sangat mempengaruhi kehidupan, perkembangan, dan keberlanjutan ekosistem, serta masyarakat dan individu.
Dwikorita juga menyoroti masalah musim kemarau yang berkepanjangan, ketidakmerataan dalam aksesibilitas dan distribusi air bersih, serta infrastruktur untuk pengelolaan sumber daya air, yang semuanya merupakan tantangan dalam mencapai kesetaraan dan keadilan dalam ketersediaan air.
Dia menyebutkan bahwa ekstraksi air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah, yang pada akhirnya berpotensi memicu penurunan muka tanah. Hal ini jika dibiarkan terus menerus, bisa berujung pada krisis air yang berdampak pada krisis pangan, krisis energi, bahkan krisis sosial.
Dwikorita berharap bahwa negara-negara yang memiliki sumber daya dan kapasitas yang cukup besar bersedia berbagi pengetahuan, teknologi, kapasitas finansial, serta tata kelola dan manajemen dengan negara-negara kecil dan wilayah lainnya.
Ini dikarenakan berbagai negara di dunia memiliki kapasitas dan ketahanan yang beragam dalam menghadapi situasi yang diakibatkan oleh perubahan cuaca. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















