
BOGOR-TODAY.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa ada berbagai ancaman yang mengintai berbagai negara di dunia akibat perubahan iklim.
Di sisi lain, dia juga menegaskan bahwa tidak semua negara di dunia saat ini memiliki akses yang memadai terhadap pasokan air bersih.
“Krisis air adalah ancaman yang sangat serius dan nyata, dan harus menjadi perhatian bagi semua negara,” dalam keterangannya di situs resmi BMKG yang dikutip pada Jumat (20/10/2023).
Dia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama krisis air adalah meningkatnya emisi gas rumah kaca. Hal ini berdampak pada peningkatan suhu udara, menyebabkan pemanasan global berlanjut, dan berkontribusi pada perubahan iklim yang dapat memicu krisis air, krisis pangan, krisis energi, serta meningkatnya frekuensi, intensitas, dan durasi bencana hidrometeorologi.
Menurut Dwikorita, dampak dari variasi dan perubahan iklim seringkali termanifestasi melalui masalah-masalah yang terkait dengan air.
Dia menjelaskan bahwa interaksi kompleks antara siklus air dan manusia menghasilkan variasi spasial dan temporal dalam ketersediaan sumber daya air.
Selain itu, dampak ekstrem yang berkaitan dengan air juga sangat mempengaruhi kehidupan, perkembangan, dan keberlanjutan ekosistem, serta masyarakat dan individu.
Dwikorita juga menyoroti masalah musim kemarau yang berkepanjangan, ketidakmerataan dalam aksesibilitas dan distribusi air bersih, serta infrastruktur untuk pengelolaan sumber daya air, yang semuanya merupakan tantangan dalam mencapai kesetaraan dan keadilan dalam ketersediaan air.
Dia menyebutkan bahwa ekstraksi air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka air tanah, yang pada akhirnya berpotensi memicu penurunan muka tanah. Hal ini jika dibiarkan terus menerus, bisa berujung pada krisis air yang berdampak pada krisis pangan, krisis energi, bahkan krisis sosial.
Dwikorita berharap bahwa negara-negara yang memiliki sumber daya dan kapasitas yang cukup besar bersedia berbagi pengetahuan, teknologi, kapasitas finansial, serta tata kelola dan manajemen dengan negara-negara kecil dan wilayah lainnya.
Ini dikarenakan berbagai negara di dunia memiliki kapasitas dan ketahanan yang beragam dalam menghadapi situasi yang diakibatkan oleh perubahan cuaca. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















