
Dalam kesempatan itu, Diah Pitaloka mengungkapkan bahwa ada kemunculan nuansa pemahaman baru dikalangan santri. Hal itu terlihat dari antusias para santri saat mengikuti kegiatan.
“Dan juga ada semangat membangun komitmen baru terhadap sikap merendahkan martabat orang lain termasuk kekerasan dan pelecehan seksual,” kata Diah.
Sementara itu, Ketua KPAI, Ai maryati mengapresiasi program ini, agar perilaku TPKS tidak mencoreng nama baik pesantren seperti yang sudah terjadi di tempat lain. Ia berharap program TPKS ini dapat lebih dikembangkan dan direplikasi diberbagai pondok pesantren.
“Memang beberapa waktu yang sudah lalu ada tindak TPKS yang dilakukan oleh guru dan pengasuh pesantren. Nah ini yg menurut saya mencoreng citra pesantren,” tuturnya.
“Tanpa ada informasi dari mereka dan pengalaman, KPAI tidak akan tahu. Ini forum terbuka untuk mengetahui gejala mekanisme penyelesaian dan penguatan mereka untuk tidak mepakukan hal itu,” tuntasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















