Pemkot Bogor Peringati Hari Santri Nasional di Ponpes Al Falakiyah, Jihad Santri Jayakan Negeri

Membaca, menambah ilmu, bagaimana  mengurusi sampah, mengatasi polusi, kemacetan, kebodohan, kesenjangan ekonomi dan mengatasi setiap persoalan yang mengancam potensi hidup manusia merupakan bagian dari jihad intelektual, jihad moral dan jihad sosial. Ada lagi jihad konstitusional dengan menaati setiap aturan dan peraturan yang ada di Republik Indonesia untuk memberikan kemaslahatan.

“Jihad hanya bisa dilakukan jika memiliki ilmu, memiliki logistik atau amunisi dalam bentuk pondasi ilmu yang kuat. Tapi saya titip, ilmu tidak akan memberikan manfaat dan maslahat tanpa dilengkapi dengan satu hal yang lebih penting, yaitu adab. Ilmu penting karena ilmu adalah modal, namun tanpa adab ilmu tidak akan berkah. Orang cerdas, jenius dan profesor, doktor itu banyak. Tapi yang ilmunya diiringi adab, memberikan maslahat belum tentu banyak,” sambung Bima Arya.

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

Santri pondok pesantren ungkap Bima Arya berbeda dengan generasi Z atau generasi muda lain yang belajar ilmu buku dan belajar textbook. Santri belajar juga dari kitab suci yang membangun akhlak dan moral yang akhlakul karimah.

Dirinya berharap santri yang merupakan bagian dari generasi penerus Kota Bogor mampu untuk memajukan Kota Bogor dan Indonesia karena itu harus dipersiapkan dari sekarang.

Bima Arya juga menegaskan siapapun pemimpin Kota Bogor ke depan, Pemkot Bogor selalu bersama para santri dan ulama untuk amar ma’ruf nahi munkar, membongkar kemaksiatan dan menegakkan kebenaran.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

“Santri harus siap menjadi Al Fatih berikutnya, siap menjadi generasi muda Assabiqunal Awwalun dimasa Rasulullah, siap menjadi anak-anak muda yang berada di depan, digembleng di rumah darul arqam zaman Rasulullah, kuat stamina, hebat jiwa dan raga. Dengan bekal ilmu dan adab sebagai senjatanya, saya mendoakan agar kalian tidak hanya menjadi generasi yang pintar secara akademis, tetapi juga yang mampu memanusiakan manusia, rajin merawat silaturahmi, selalu memuliakan guru, menghormati orang tua dan mencintai bangsa negara serta siap melakukan apapun, berjihad ikhtiar maksimal untuk kemaslahatan dan memberikan manfaat,” papar Bima Arya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================