pemilu 2024
Ilustrasi.

BOGOR-TODAY.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi palsu atau berita bohong menjelang Pemilu 2024.

Mereka mencatat bahwa kecerdasan buatan (AI) bisa dimanfaatkan untuk menciptakan berita bohong.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, berharap masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan karena penggunaan AI semakin canggih dan bisa digunakan untuk melakukan penyuntingan informasi.

Teknologi AI generatif adalah jenis kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer atau mesin untuk menghasilkan konten yang mirip dengan yang dibuat oleh manusia, baik dalam bentuk teks, gambar, suara, atau bahkan musik.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Pemanfaatan teknologi AI generatif memiliki potensi besar, tetapi juga menghadirkan sejumlah pertimbangan etis, termasuk isu-isu seputar keaslian konten, privasi, dan potensi penyalahgunaan teknologi.

Samuel menegaskan pentingnya masyarakat mencari informasi dari sumber-sumber berita utama.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie, juga menambahkan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap berita sensasional. Ia berbagi tiga tips untuk mencegah jatuh ke dalam jebakan berita palsu.

“Pertama, jangan tergoda oleh berita sensasional yang memicu emosi dan mendorong kita untuk menyebarkan berita tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

Kedua, pastikan bahwa sumber berita tersebut terpercaya dan memiliki reputasi yang baik. Pastikan bahwa berita tersebut berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan hanya pendapat subjektif.

Dan yang ketiga, selalu bandingkan berita ketika menemukan informasi yang terdengar mencolok atau kontroversial. Cari informasi serupa dari beberapa sumber yang berbeda untuk memastikan kebenarannya.

Budi Arie juga mendorong media untuk proaktif dalam mencegah penyebaran berita palsu dengan menyajikan konten jurnalistik yang akurat, tepat, dan bermutu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================