
Jabeur pun tak bisa merayakan kemenangan ini dengan emosional. Hatinya hancur karena melihat banyak anak kecil tak berdosa yang turut menjadi korban konflik di Israel-Palestina.
“Saya sangat senang dengan kemenangan saya. Tapi, jujur saya tidak bisa merayakannya karena situasi di dunia ini tak membuat saya senang. Mendengar kabar bahwa banyak anak kecil dan bayi yang meninggal setiap hari di sana itu sangat menyakitkan,” kata Jabeur sembari menahan tangis.
Dalam pidato kemenangannya, Jabeur juga meminta maaf kepada para penonton di tribun karena telah membahas isu-isu konflik. Namun, tepuk tangan meriah dari para penonton di tribun juga mendukung pesan Jabeur.
“Maaf, ini seharusnya tentang tenis. Tapi, ini sangat membuat frustrasi setelah melihat video (korban Palestina) setiap hari, sekali lagi, ini bukan pesan politik, ini hanya soal kemanusiaan,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















