
Ia menjelaskan, integritas ini yang paling sulit di ikhtiarkan di Indonesia. Di Kota Bogor ikhtiar untuk membangun manusia yang berakhlak dan berintegritas sudah banyak dilakukan. Mulai dari membangun sekolah dan pelatihan kepemimpinan. Namun ada satu ide atau gagasan yang dicetus Yane Ardian, yakni program Bogor Mengaji.
“Setiap wisuda Bogor Mengaji merinding tidak menyangka obrolan ini jadi kenyataan yang Insya Allah berkah. Ini mimpinya bu Yane supaya tidak saja bisa baca Al-Quran, tapi juga mengamalkannya,” terangnya.
Pasalnya, Al-Quran merupakan pedoman hidup. Jika manusia paham Al-Quran, maka antara perkataan dan perbuatan akan sama. Ia pun berterima kasih karena berkat bantuan dari Asisten, Kabag, Camat, Lurah, BUMD, Kemenag, Tim Penggerak PKK dan Tutor program Bogor Mengaji sampai hari ini sudah meluluskan empat ribu warga Kota Bogor.
“Hari ini paling tidak ada empat ribu warga Kota Bogor yang sudah bisa baca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Besar harapan saya Bogor mengaji tidak berhenti sampai di sini, ini demi Kota Bogor, demi keberkahan Kota Bogor. Saya mohon program Bogor mengaji tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setda Kota Bogor, Abdul Wahid mengatakan, proses pembelajaran Bogor mengaji angkatan ke-3 dilaksanakan empat kali dalam seminggu dengan dibimbing 101 tutor berpengalaman. Kegiatan Munaqosyah Bogor mengaji sudah digelar 30 September lalu di Masjid Raya Bogor.
“Mengingat banyaknya antusias dari warga Kota Bogor mengikuti kegiatan Bogor mengaji, kami bersama LPTQ dan MUI Kota Bogor sepakat untuk angkatan ke-4 akan dilaksanakan April 2024 mendatang. Insya Allah kegiatan Bogor Mengaji ini akan terus berlanjut dan mudah-mudahan buta huruf Al-Quran di Kota Bogor semakin berkurang,” harapnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















