
“Dengan langkah-langkah yang kami biasanya ambil dalam situasi semacam ini, kami akan menangani masalah ini dengan menggunakan segala upaya hukum yang kami miliki,” kata dia seperti yang dilaporkan oleh Engadget.
Johansson dikenal sebagai salah satu ikon wajah dan suara terkenal di dunia hiburan Hollywood. Ia bahkan menjadi wajah utama bagi merek ternama seperti Dolce & Gabbana dan Louis Vuitton.
Konsep menggunakan AI untuk meniru selebriti masih relatif baru, sehingga implikasi hukumnya masih dalam tahap pengembangan.
Meskipun masih menjadi area hukum yang kabur, beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah memiliki undang-undang yang berhubungan dengan hak privasi, termasuk California yang memungkinkan tuntutan hukum perdata terkait penggunaan yang tidak sah dalam iklan atau promosi yang melibatkan “nama, suara, tanda tangan, foto, atau keserupaan” seseorang. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















