
Dari seluruh logistik yang telah diterima, teridentifikasi 155 botol tinta yang rusak. Barang-barang logistik pemilu yang mengalami kerusakan tersebut akan dilaporkan untuk diganti. “Ada sekitar 155 botol tinta yang rusak, setara dengan tiga dosis. Kerusakan ini kemungkinan disebabkan oleh goncangan selama perjalanan, terutama saat melewati beberapa kabupaten,” ungkapnya.
“Pada bulan Januari mendatang, akan ada pengiriman tambahan, termasuk kertas sampul dan alat coblos. Kami akan mengumpulkan semua ini terlebih dahulu dan mendistribusikannya berdasarkan jarak dan tingkat kesulitan,” tegasnya.
Menurut data dari KPU Kabupaten Maros, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau pemilih wajib mencapai 270.000 orang, yang tersebar di 14 kecamatan. Jumlah ini menjadikan Kabupaten Maros sebagai salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan DPT terbesar di antara 24 kabupaten/kota yang ada. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














