
Sehingga, lanjut dia, kejadian tawuran pelajar yang sering terjadi di Kabupaten Bogor dapat diminimalisir dengan melakukan pendekatan yang masif.
“Artinya semua harus peduli karena mereka akan menjadi penerus bangsa. Kalau tidak dibina dari sekarang dan tidak di estafetkan mau jadi generasi apa?,” tandasnya.
Menurut dia, ruang lingkup para pelajar di sekolah, rumah dan lingkungan masyarakat merupakan poin penting dalam menjaga anak bangsa agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
“Mereka sehari itu paling 7 jam di sekolah. Jadi selain pembinaan formal itu di sekolah. Harus ada pendekatan juga di Informal nya yakni, keluarga dan nonformal itu di masyarakat. Jadi harus tiga itu bersamaan,” pungkas dia.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















