
Ia menegaskan bahwa, perbedaan pandangan politik dan perbedaan pilihan tersebut, tidak boleh membuat masyarakat menjadi terpecah belah.
“Biarkan masyarakat mencermati program, gagasan dari para calon yang akan mereka pilih. Jangan ada intimidasi, jangan memprovokasi, karena kita semua ingin proses pemilu ini menjadikan kehidupan berdemokrasi semakin membaik,” tandasnya.
Terpisah, Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku atau kelompok yang mengganggu ketertiban pemilu. Ketegasan tersebut, kata Rio, merupakan kesepakatan yang terjalin dalam kolaborasi bersama dengan TNI.
“Apabila ada kelompok yang mencoba untuk mengganggu ketertiban dalam pelaksanaan pesta demokrasi maka perintah saya tangkap dan proses. Jadi gak usah pakai lama, apabila melawan kita akan melakukan tindakan tegas,” kata Rio.
Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0621/ Kabupaten Bogor, Letkol Kav Gan Gan Rusgandara menegaskan, kolaborasi ini adalah bentuk antisipasi demi menjaga kondusifitas pada Pemilu 2024.
“Jadi siapapun yang mengancam keamanan dan kamtibmas akan kita tindak tegas,” jelas dia.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














