Dua Pelaku Tawuran Antar Kelompok di Cipaku Diamankan ke Polresta Bogor Kota

Pelaku tawuran dan beberapa barang bukti senjata tajam. (Bogor-Today.com)

BOGOR-TODAY.COM – Polresta Bogor Kota meringkus dua pelaku tawuran antar kelompok di Jalan Raya Cipaku, Kampung Neglasari RT01/01 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, hingga mengakibatkan meninggalnya Muhamad Herdiansyah Sutisna alias Abem (22).

Diketahui kejadian tawuran yang memakan korban itu terjadi pada hari Minggu tanggal 12 November 2023 sekitar pukul 04.30 WIB, kedua kelompok membawa senjata tajam (Sajam).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso menuturkan, pelaku dari gabungan kelompok Gang Jengkol, Ciremai Street, Gang Rambutan Street (GRS), Ciheleut Slonong Boy (CSB) dan Babakan Undak melawan kelompok korban yaitu Cipaku All Star. Kejadian pasca adzan subuh dua kelompok melakukan tawuran hingga terjadi pengeroyokan.

“Dari dua kelompok tersebut satu kelompok Cipaku All Star kalah jumlah, sehingga terpojok hingga dilakukan pembacokan kepada korban,” ungkap Bismo kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota.

BACA JUGA :  Jadwal SIM Keliling Kota Bogor, 14 Mei 2024

Bismo melanjutkan, korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Awal mula kedua kelompok membuat kesepakatan bersama, salah satu kelompok melakukan penganiayaan, dan korban penganiayaan dipukul kepalanya hingga kehabisan darah dan meninggal dunia.

“Kami juga amankan barang bukti disekitar TKP dan dirumah tersangka diantaranya dua stik golf, satu pedang, tiga celurit yang salah satunya digunakan pelaku untuk membacok korban. Ada dua tersangka yang kami amankan dengan peran satu orang pemilik motor dan juga penyedia Sajam, satu pelaku pembacokan,” terangnya.

“Mereka motifnya melakukan itu ada rasa bangga dianggap hebat dilingkungan nya. Kedua pelaku sudah dewasa sudah 19 tahun dan 22 tahun. Mereka tergabung dalam kelompok geng tawuran, afiliasi kampung,” tambah Bismo.

BACA JUGA :  Kevin Sanjaya Resmi Putuskan Pensiun Sebagai Atlet Bulu Tangkis

Kedua pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman pidana 12 Tahun penjara, jo pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara dan pasal 55 KUHP turut seta dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

“Imbauan kepada masyarakat agar masyarakat apabila mengetahui adanya peristiwa tawuran, segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Serta bagi orang tua agar mengawasi keberadaan anaknya terutama dari mulai tengah malam sampai dengan dini hari, karena tawuran tersebut kerap terjadi diatas pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB,” tegas Bismo.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================