
Selain itu disebutkan melalui inovasi berupa aplikasi-aplikasi, diantaranya Asinan Bogor, Pakuan Prima untuk melayani administrasi kependudukan berkolaborasi dengan pihak lain. Si Badra sebagai implementasi Smart Governance dalam memberikan layanan dan respon aduan warga yang dievaluasi secara kontinyu.
Selanjutnya Smart Branding dalam PDRB Kota Bogor di sektor sekunder dan tersier dengan branding tempat atau kampung tematik, local pride, outlet 100 persen untuk kuliner, Bogor Kerja dari Dinas Tenaga Kerja.
Terakhir dijelaskan Smart Living dalam bentuk kebijakan transportasi, pedestrian dan simpus pelayanan kesehatan, penerangan jalan umum melalui tenaga matahari.
“Smart society, Kota Bogor beruntung memiliki komunitas-komunitas yang aktif dengan ragam latar belakang, salah satu kontribusinya adalah capaian Piala Adipura. Kreatifitas anak muda tergantung dalam Reka Bogor,” jelasnya..
Untuk kebencanaan dibentuk Tagana, early warning system di daerah potensi bencana, lumbung sosial di kelurahan, pengadaan alat-alat pertolongan pertama kebencanaan sebagai langkah mitigasi implementasi Smart Society.
Menurut Syarifah hampir di semua bidang ada keterlibatan masyarakat Kota Bogor dalam mendukung Smart Society sehingga sangat membantu Pemkot Bogor.
“Kaitan Smart City, Pemkot Bogor terus berupaya untuk meningkatkan capaian pelayanan yang lebih cepat, lebih luas dan lebih baik,” kata Syarifah didampingi Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi, Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat, Sekdis Kesehatan hingga perwakilan perangkat daerah lain lingkungan Pemkot Bogor.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















