PENTINGNYA ADAB DALAM BERPOLITIK

HERU_OPINI
Heru B Setyawan penulis opini dengan judul “Pentingnya Adab Dalam Berpolitik”. (FOTO : IST)

Oleh : Heru B Setyawan

PENTINGNYA adab dalam berpolitik begitu judul opini penulis. Ya penulis, munkin juga pembaca yang budiman pasti sangat miris dan prihatin jika melihat kehidupan ber politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

Bagaimana tidak miris dan prihatin, karena para elit politik dan pemimpin bangsa ini seenak sendiri dalam bermanuver politik.

Tidak ada sikap seorang negarawan, tidak punya integritas, bermain sangat kentara dengan kasar, tidak punya rasa malu sama sekali, semua diukur dengan cuan, rekayasa yang sangat jorok dan vulgar, pernyataan yang sangat lucu, sampai pabrik lawak Srimulat kalah lucu.

Segala cara dilakukan yang penting hasrat syahwat politik nya terpenuhi. Melanggar aturan, Undang-undang, konstitusi negara kita UUD NRI Tahun 1945, Pancasila, bahkan melanggar ajaran agama bodo teing.

Adab itu sopan santun atau tata krama dalam hidup ini. Dalam hidup ini semua ada adabnya, dari urusan umum dan urusan pribadi. Ada adab makan, minum, tidur, ada adab anak terhadap orang tua,  adab peserta didik terhadap guru.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Ada juga adab menuntut ilmu, ada adab bertamu, adab pergaulan di masyarakat, bahkan ada adab yang sangat pribadi yaitu adab dalam hubungan suami istri dan lain-lain.

Memang kita tidak akan dipidana jika tidak punya adab, tapi kita dihukum secara sosial. Yaitu  kita dicap orang tidak baik, karena tidak punya sopan santun.

Kita dihukum secara sosial itu membuat kita tidak enak dan tidak nyaman. Jika kita tidak punya adab dalam hidup ini, maka menyebabkan orang lain tidak enak dan tidak nyaman.

Di Pondok Pesantren dan sekolah Islam terpadu sebelum belajar ilmu yang lain, mereka diberi ilmu tentang adab terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Tanda Kolagen Menurun pada Kulit dan Faktor yang Mempercepat Penuaan Wajah

Sehingga salah satu Guru saya almarhum KH. Muhammad Arifin Ilham pernah mengatakan bahwa jika orang berilmu belum tentu punya adab, tapi jika orang punya adab, pastilah mereka sudah berilmu.

Dan itu sudah beliau buktikan, saat saya cium tangan beliau sebagai rasa hormat seorang murid terhadap gurunya.

Beliau kemudian gantian mencium tangan saya. Kemudian saya tanya,”Mengapa Ustadz mencium tangan saya? Beliau menjawab,”Kan pak Heru lebih tua dari pada saya, juga pak Heru adalah seorang guru SMA Pesat,” dengan tersenyum.

Ayo dari sekarang dalam ber politik maupun dalam kehidupan sehari-hari kita kedepankan adab, agar kita nyaman orang lain juga nyaman. Jayalah Indonesiaku. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================