DPRD Kota Bogor Beri Catatan ke OCBD Terkait Penanganan Banjir di Cibuluh

Kondisi Rumah Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor.

BOGOR-TODAY.COM – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto memberikan enam poin catatan untuk penanganan banjir di RW05, Kelurahan Cibuluh karena dampak pembangunan OCBD Bogor.

Hal ini dikeluarkan Atang usai menggelar rapat bersama warga RW05 Cibuluh, Pemkot Bogor, OCBD dan tentunya komisi III DPRD Kota di ruang rapat lantai 5 Gedung DPRD Kota Bogor pada Kamis (30/11/2023).

Terpantau, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir diantaranya Bappeda, Dinas PUPR, Disperumkim, BPBD, Lurah Cibuluh dan Camat Bogor Utara. Sementara dari OCBD ada beberapa pimpinannya.

Berikut Poin yang Disampaikan

1. Pembangunan di Kota Bogor harus memperhatikan aspek lingkungan serta keberlanjutan kenyamanan warga baik eksisting maupun warga dalam perumahan yang dibangun. Agar semua perencanaan OCBD memperhatikan aspek tadi dan memenuhi persyaratan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagainya.

2. DPRD Kota Bogor meminta OCBD bertemu dengan enam keluarga terdampak, untuk memberikan harga memuaskan agar mereka bisa pindah ke tempat yang layak. Sehingga kalaupun ada banjir tidak ada resiko korban jiwa yang terjadi.

3. DPRD Kota Bogor menugaskan PUPR menghitung volume debit air dalam posisi apabila air tidak bisa dilebarkan. Pihaknya meminta rekomendasi teknis apa yang bisa dilakukan di OCBD.

4. Meminta PUPR menginventarisasi aliran Ciparigi untuk turap-turap yang di perbaiki. Kami sudah menyetujui jalan jaringan jalan, irigasi dan sebagainya dengan anggaran nya Rp119 miliar.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

5. DPRD Kota Bogor menugaskan Bappeda dan unsur terkait untuk membuat kajian penyelesaian banjir kali Ciparigi, Cibuluh dan sekitarnya. Rekayasa seperti apa dan diminta membuat kajian dua hal itu.

6. Merekomendasikan OCBD melakukan pembuatan kolam retensi atau danau menahan laju air kebawah dan dalam pembuatan berkoordinasi dengan PUPR.

“Itu kesimpulan rapat kami hari ini dan bisa ditindaklanjuti. Penyelesaian jangka pendek, menengah dan panjang,” jelas Atang didampingi Anggota DPRD Kota Bogor Endah Purwanti.

Atang menegaskan, untuk jangka pendek yang terdampak paling berat, harus ada titik temu, jangka menengah membuat rekayasa teknis berkoordinasi dengan PUPR dan langkah jangka menengah lainnya penyelesaian turap di jalur oleh PUPR.

“Kemudian jangka panjang nya, bagaimana mengkoordinasikan semua pihak membuat rencana besar penyelesaian banjir ini,” tegas Atang.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, H M Zenal Abidin menuturkan, pihaknya sesuai dengan araha Ketua DPRD Kota Bogor akan memantau tindak lanjut dari OCBD maupun Dinas PUPR Kota Bogor perihal penanganan banjir di RW05 Cibuluh.

“Kami akan pantau langkah-langkah mereka itu, jangan sampai tidak ada tindak lanjut, warga kembali dirugikan,” terangnya.

Zenal menekankan, kepada OCBD, harusnya warga terdampak diberikan bantuan, selain bantuan dari Pemkot Bogor.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

“Kami akan kawal perihal kejadian banjir ini karena dampak pembangunan OCBD. Untuk OCBD juga harus patuhi AMDAL yang ada, kami akan pantau,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional OCBD, Virton Hutagalung mengatakan, untuk hal AMDAL, sudah ada mengikuti regulasi sudah ada.

“Kami bisa tampilkan soal AMDAL. Karena Pemkot Bogor ini pengawas nya garang-garang pak,” ujarnya.

Perihal penanganan banjir, bagi enam rumah warga yang terdampak, Virton menyebutkan, pihaknya siap membebaskan enam rumah warga. Namun, sebelumnya pihaknya sudah pernah menawarkan ke warga untuk dibebaskan, namun warga tidak mau.

“Kami akan bicarakan dengan pimpinan, kesesuaian harga yang ada dan wajar, sehingga memberikan kemudahan bagi pemilik rumah. Sebelumnya kami juga sebetulnya sudah menawarkan pembebasan kepada warga, namun tidak mau warganya. Kami siap ganti rugi, karena kondisi rumahnya kan sudah kena banjir,” tuturnya.

Saat disinggung soal bantuan, Virton mengatakan, pihaknya selalu memberikan bantuan kepada masyarakat terlebih bagi korban banjir. Namun untuk kali ini bantuan diberikan oleh Pemkot Bogor.

“Kami rutin tiap tahun memberikan sembako ke warga. Bagi warga Kaum Sari tahun 2020 kami bantu warga, tahun lalu kami berikan sembako. Nah, yang terbaru kan pemerintah yang turun tangan,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================