
Adang mengaku, Kabupaten Bogor memang dikenal sebagai daerah yang risiko DBD-nya tinggi. Terlebih, jika daerah tetangga mengalami kenaikan kasus, maka Kabupaten Bogor juga akan mengalami hal yang serupa.
Menurut dia, kasus DBD didominasi oleh masyarakat yang berusia produktif. Sebab, kata dia, usia produktif mengalami mobilitas yang tinggi.
“Usia produktif yang rentan dan itu kalau dilihat dari jumlah paling banyak. Mungkin karena mobilitas ya,” pungkasnya.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















