Kota Bogor Raih Penghargaan STBM Award 2023 dari Kemenkes

“Jadi, komitmen ini bukan hanya untuk mengejar penghargaan, tapi juga tekad untuk membangun sistem kesehatan. Harus bergerak bersama secara maksimal dan berkolaborasi,” kata Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menambahkan, dalam upaya percepatan ODF, pihaknya juga melakukan inovasi dengan menghadirkan aplikasi Rereongan Akses Sanitasi Jamban Keluarga (Rasajaga).

“Di aplikasi Rasajaga, kami sudah ada data by name by address. Kami juga dibantu para Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang menjadi Direktur ODF melakukan pendataan, pemicuan dan menggalang CSR untuk bantuan penanganan melalui pembangunan septic tank komunal dan lainnya,” terang Retno.

BACA JUGA :  Maju Jadi Calon Ketua Kadin Kota Bogor Harus Siapkan Rp350 Juta, Ini Penjelasan Panitia

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa populasi warga yang tinggal di kota kini semakin banyak. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 180 juta orang tinggal di kota dan diperkirakan akan naik pada 2030 mencapai 220 juta orang tinggal di kota. “Naiknya akan banyak dan padat dengan segala urusan dan permasalahannya karena orangnya makin banyak,” ungkap Budi.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Ia menyatakan, tantangan dari perubahan iklim dan dampaknya di perkotaan sangat besar. Begitu juga masalah kesehatan yang semakin kompleks. Budi menjelaskan dengan adanya fenomena urbanisasi dan perubahan iklim, masalah-masalah di perkotaan menjadi rumit. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa menjaga lingkungannya. “Yakni lingkungan bersih, saluran air terus diperbaiki, masyarakat di edukasi, dan semuanya perlu diperbaiki,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================