
“Itulah sebabnya isu modernisasi dan peremajaan Alutsista menjadi sangat penting beberapa tahun belakangan ini. Kita menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dan peningkatan kapabilitas pertahanan. Namun, di sisi lain, kita dihadapkan pada keterbatasan anggaran untuk memenuhi semua itu,” tambahnya.
Khairul memahami bahwa Indonesia mungkin belum mampu memodernisasi seluruh Alutsista karena keterbatasan anggaran.
Dengan demikian, ia berharap bahwa ke depannya, anggaran untuk Alutsista dapat mencapai minimal 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sebab, kata Khairul, saat ini anggaran pertahanan Indonesia berada di kisaran 0,7 persen hingga 0,8 persen. Dengan meningkatkan anggaran pertahanan, menurutnya, Indonesia dapat meningkatkan kekuatan pertahanan dan meringankan beban Alutsista yang sudah tua. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















