BOGOR-TODAY.COM –  Huntap (hunian tetap) bagi masyarakat terdampak tanah longsor beberapa tahun lalu di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak kunjung terealisasi, Pemerintah Kabupaten Bogor terus obral janji.

Diketahui, longsor yang menimbun 10 desa di Kecamatan Sukajaya, pada Januari 2020 itu, kini masih menempati rumah hunian sementara (huntara).

Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan hunian tetap (huntap) sebagai pengganti rumah mereka yang rusak terdampak longsor.

Menyikapi itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyebut bahwa, huntap selalu menjadi prioritas untuk segera terealisasi dan bisa digunakan bagi masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Barat yang terkena bencana longsor.

Huntap di Bogor Barat terkait bencana kemarin kami betul-betul mendorong maksimal agar di tahun 2024 bisa terwujud semua,” kata Rudy, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA :  Kehabisan Obat, ODGJ di Cariu Bacok Tetangga

Menurutnya, dewan akan memprioritaskan pembangunan huntap terlebih dahulu agar terealisasi secepatnya. Disamping pemenuhan sarana dan prasarana (Sarpas) secara bertahap.

“Kalau untuk sarana dan prasarananya tentunya kita akan kembali kepada kemampuan daerahnya. Jadi kita akan maksmimalkan untuk hunian tetapnya selesai dulu semuanya. Infrastrukturnya sambil kita selesaikan secara bertahap,” papar dia.

Ia mengaku, huntap di kawasan Sukajaya itu juga terus menjadi prioritas dan selalu dianggarkan setiap tahun. DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan fokus untuk menuntaskan pembangunan huntap terlebih dahulu.

Huntap pun kita berproses setiap tahun. Sama halnya dengan tahun 2024. 2024 ini bukan berarti bukan ga selesai-selesai,” jelas Rudy.

BACA JUGA :  Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di HJB ke-544, Jajaran RSUD R. Moh. Noh Nur Hadiri Upacara di Malasari

Baru setelah pembangunan selesai, lanjut Rudy, pihaknya akan menuntaskan kebutuhan penunjang lainnya seperti penerangan jalan dan lain sebagainya.

“Sekarang kalau kita maksimalkan di penerangan jalan umum, sedangkan huntap masih ada beberapa masyarakat yang tinggal di hnutara,” pungkas dia.

Berdasarkan catatannya, sebanyak 2.500 unit sudah hampir rampung dengan penyebarannya di 16 titik dan 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat.

Nantinya, 875 unit akan kembali dibangun melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun anggaran (TA) 2024.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================