
“Dengan perangkat medis terkini di RSUD Kota Bogor menjadi bukti komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan menjadi langkah nyata dalam memastikan warga Kota Bogor dapat mengakses perawatan kesehatan yang berkualitas dan inovatif,” tuturnya.
Program Jantung Sumber Kesehatan (Jasuke) adalah inisiatif untuk memberikan pendekatan holistik terhadap kesehatan jantung melalui program yang tidak hanya fokus pada penangan penyakit, namun juga memberdayakan masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat yang dapat mencegah penyakit jantung.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati, dengan peresmian blok I dan blok IV, serta pencanangan Cath Lab, TB MDR dan program Jasuke, diharapkan RSUD Kota Bogor dapat meningkatkan terus sinergi dan kolaborasi semua pihak,” kata Dodo Suherman.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan, membangun infrastruktur kesehatan salah satu yang paling vital. Pembangunan yang ada bukan akhir tapi masih ada blue print yang masih panjang dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya melalui koordinasi dengan semua pihak, sehingga layanan di RSUD Kota Bogor semakin paripurna. Saat ini di Kota Bogor ada 22 rumah sakit dan 23 puskesmas. Dalam waktu dekat akan diresmikan dua puskesmas.
“Sesuai arahan Pak Menteri, kami fokus untuk menangani empat penyakit utama yang menjadi atensi kita, yaitu jantung, kanker, stroke dan ginjal. Semua rumah sakit kami arahkan ke sana, plus spesifikasi kekhususan ke arah yang sama. RSUD Kota Bogor pun bergerak ke arah yang sama, karena kita ingin selesai di Kota Bogor sehingga tidak harus ke Jakarta apalagi keluar negeri, kita ingin menjangkau itu,” kata Bima Arya.
Menurut Bima Arya, pelayanan kesehatan di Kota Bogor harus lebih baik dan ingin masuk ke tengah-tengah warga Kota Bogor, karena berdasarkan indikator kelas menengah di Kota Bogor terus tumbuh dan semakin menguat.
Dalam proses pembangunan RSUD Kota Bogor, total anggaran yang telah dikucurkan kurang lebih mencapai Rp 500 miliar yang bersumber dari bantuan provinsi, DAK Kemenkes dan lain-lain. Fasilitas kesehatan akan terus ditambah, namun masih ada PR yang dihadapi, yaitu tenaga kesehatan (nakes).
“Faskes sudah oke, nakes terus ditambah. Namun kami butuh saran dan nasehat Pak Menteri, bagaimana kami bisa melayani dengan tetap ‘someah’ tidak dengan stres ketika ICU atau emergency penuh . Saya kita butuh improve di situ,” ungkap Bima Arya.
Selain Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah, peresmian dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat dan Dewi Basmala yang pernah dipercaya sebagai Dirut RSUD Kota Bogor, perwakilan forkopimda Kota Bogor serta undangan lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















