
“Pemimpin tidak boleh ambisius menyamakan dengan standarnya, tapi pemimpin juga tidak boleh terlalu permisif,” katanya.
Ia menjelaskan, pemimpin itu seperti konduktor yang bekerja dengan hati. Karena pemimpin bukan hanya selintasan periode saja, namun pemimpin itu perjalanan panjang untuk memberi makna, arti dan menjadi orang bermanfaat.
“Soal hati memang tidak pernah ada yang tahu, namun 100 hari ke depan akan membuktikan semuanya. Mana peserta yang hadir di Balai Kota ini dengan passion untuk menjadi orang yang lebih baik atau peserta yang hadir kesini hanya untuk eksistensi atau hanya selintasan untuk mengisi CV,” katanya.
Bima Arya melanjutkan, peserta yang mengikuti project 100 untuk menambah pengalaman di CV-nya memang tidak salah tapi kalau hanya karena itu saja, maka maqom dari peserta tersebut belum sampai untuk menjadi pemimpin dengan hati dan passion.
“Selama 100 hari ini, kami berharap para peserta mendapatkan perspektif baru yang lebih bermakna,” ujarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















