Musrembang Bogor Utara 2024, Bima Arya Titip Pesan Penataan Kota Sudah On The Track

Namun, itu semua perlu diatur sesuai tata ruang agar tidak semrawut, baik dari sisi infrastruktur permukiman, akses jalan serta fasilitas umum dan fasilitas sosial yang harus diserahkan kepada pemerintah.

“Jadi infrastruktur harus dikebut mengimbangi pertumbuhan pemukiman, perbaikan akses jalan ke pemukiman ke pemukiman menjadi penting. Jadi jangan sampai tata ruangnya sporadis,” jelasnya.

Untuk akses jalan R2, kata Bima Arya bisa saja dilakukan percepatan pembangunan dengan konsolidasi bersama para pengembang sehingga bisa juga membangun jalan di lahannya masing-masing seperti yang dilakukan di wilayah Bogor Selatan.

Hal penting lainnya yang juga diusulkan oleh warga dalam Musrembang ini adalah antisipasi banjir lintasan karena adanya desain saluran air di jalan nasional yang tidak optimal menjadi daerah tangkapan air dan juga penumpukan sampah dan lainya.

BACA JUGA :  Izin PT BSS Dibekukan, Pemkab Tunggu Penyelesaian Sengketa Lahan

Bima Arya pun menerima masukan dan usulan dari Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah untuk dilakukan pembenahan lahan milih warga yang berada di kawasan rawan bencana untuk selanjutnya dijadikan ruang terbuka hijau.

“Saya tidak sampai hati melihat warga banjir setinggi dada. Bayangkan setiap hujan harus beberes dan sebagainya. Solusi relokasi di rusun ini hanya sementara saja. Jadi jangka panjangnya harus betul-betul dipikirkan,” katanya.

Musrembang tahun ini yang mengusung tema Penyiapan sumber daya manusia unggul dan pelayanan dasar yang berkualitas dirasakan sangat tepat dengan kondisi wilayah Bogor Utara.

Camat Bogor Utara Riki Robiansyah mengatakan Bogor Utara yang berpenduduk 160 ribu jiwa di delapan kelurahan, 550 RT dan 110 RW sangat berpotensi dan siap mendukung kesiapan SDM unggul dan sarana layanan dasar yang berkualitas.

BACA JUGA :  Komitmen Kualitas Pelayanan, Perumda Tirta Pakuan Ikut Rumuskan Solusi Hulu-Hilir PSEL

Perkembangan UMKM di Bogor Utara pun terus meningkat dengan jumlah saat ini yang terdata ada 7.838 UMKM, termasuk kafe dan restoran serta unit usaha lain didalamnya.

Mengenai usulan Musrembang Riki menyampaikan rekap  usulan prioritas dari kelurahan-kelurahan di Kecamatan Bogor Utara ada 128 usulan dan 64 usulan yang masuk ke kecamatan.

“Usulan itu 95 persennya usulan pembangunan fisik, usulan intervensinya dari 95 persen itu hampir semuanya turap sisanya sebagian jalan setapak, sisanya itu sebagian besar jalan. Karena memang kita banyak sungai yang melintasi banyak sekali banjir lintasan,” katanya.

Selain itu usulan lainnya adalah mengoptimalkan puskesmas dan puskesmas pembantu untuk lebih dilengkapi, baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas kesehatannya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================