MENGAPA KURIKULUM SELALU BERUBAH

FOTO OPINI
Heru B Setyawan penulis opin i dengan judul “Mengapa Kurikulum Selalu Berubah”. (FOTO : IST)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

MENGAPA kurikulum itu selalu berubah? Sehingga sering kita mendengar bahwa jika ganti menteri, maka ganti kurikulum.

Pendapat ini bisa benar tapi juga bisa salah, karena tiap ganti menteri, ada juga yang tidak ganti kurikulum.

Ini buktinya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengumumkan tentang 4 opsi kurikulumang ditawarkan untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD sampai dengan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.

BACA JUGA :  Kecelakaan Pemotor di JJLS Bantul Tabrak Truk Parkir di Bahu Jalan

Empat kurikulum tersebut adalah, pertama kurikulum 2013, kedua kurikulum darurat atau kurikulum kondisi khusus yang merupakan penyederhanaan dari kurikulum 2013.

Yang ketiga Kurikulum Merdeka, dan yang keempat adalah kurikulum penyesuaian yang dilakukan secara mandiri oleh setiap sekolah.

Jadi kurikulum yang keempat ini, mas Nadiem memberikan opsi untuk melakukan penyederhanaan secara mandiri dari 3 kurikulum yang ada.

BACA JUGA :  181 Rumah Tangga Dapat Bantuan Septictank Komunal, Dedie Rachim Sebut Tirta Pakuan Penyumbang Utama

Wah keren dan bijaksana ya mas Nadiem, menyadari betapa masih beragamnya mutu tiap sekolah di Indonesia, sehingga timbul 4 opsi kurikulum tersebut. Atau ganti menteri, tapi tidak harus ganti kurikulum.

Pengertian kurikulum menurut UU No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi.

============================================================
============================================================
============================================================