
Sementara itu, Kepala Baperinda Kota Bogor, Rudi Marsudi, menjelaskan bahwa ada beberapa masukan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan dan sosial. Kemudian ada masukan dari teman-teman seniman jalanan, pemerhati sosial dan aktivis HIV AIDS.
“Intinya mereka ingin hal yang mereka kerjakan ada support dari pemerintah. Sebelumnya, pada minggu lalu ada Musrenbang tematik dengan penyandang disabilitas, lansia, anak dan perempuan. Kami berharap usulan atau aspirasi mereka tidak ada yang terlewat,” jelasnya.
Rudi memaparkan, melihat dari Musrenbang dan Pokir, hampir diatas 80 persen usulannya infrastruktur semua. Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, bahwa memang cenderung usulan itu infrastruktur, sementara unsur sosialnya sangat sedikit.
“Ya, padahal kami ingin membangun SDM juga sebagai kualitas dari pelayanan publik. Kalau dari disabilitas ingin ada fasilitas ke arah ekonomi dan mereka lebih berdaya. Untuk sekarang mereka sudah difasilitasi tempat untuk kumpul di Jalan Kedondong, Kecamatan Bogor Utara dan itu milik Pemkot Bogor,” paparnya.
Masih kata Rudi, kemudian ada hal untuk komisi HIV Aids menggunakan aset yang ada di Jalan Mawar, kemudian pada Sabtu pagi sudah di launching taman lansia di Jalan Malabar. Itu sudah difasilitasi website, kemudian untuk anak, fanator tahun lalu meminta untuk difasilitasi dibuatkan website anak.
“Di akhir bulan ini ada launching dengan DP3A yang bekerjasama dengan BSI untuk membuatkan website fanator anak,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















