
BOGOR-TODAY.COM – Angin duduk mungkin sudah tak asing lagi, karena ini adalah salah satu penyakit yang bisa membahayakan.
Angin duduk atau angina pectoris adalah kondisi saat merasa tidak nyaman atau nyeri di bagian dada. Nyeri dada akibat angin duduk ini muncul karena gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Kondisi ini juga mirip dengan serangan jantung.
Beberapa orang mungkin pernah mengalami episode serangan jantung. Pada kondisi ini, jantung di bagian lain masih bisa menjalani fungsi jantung meski telah terjadi serangan. Hal itu dijelaskan Spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi, dr Adrianus Kosasih, SpJP(K).
“Kadang-kadang kalau yang kena, ujungnya ada otot jantung yang rusak. Tapi, bagian jantung lain masih bisa kompensasi untuk pompa, orangnya itu nggak ada keluhan,” beber dr Adrian.
“Jadi, dia cuma merasakan episode serangan jantung, yang dibilang ‘angin duduk’. Kayak masuk angin dan ngerasa kok badan nggak enak,” lanjut dia.
dr Adrian menjelaskan serangan jantung memiliki rasa nyeri yang sering kali diabaikan. Nyeri dada akibat serangan jantung bersifat tumpul, tidak menusuk atau tajam.
Pada kondisi ini, kebanyakan orang hanya merasakan rasa tidak nyaman di bagian dada. Jika kondisi jantung masih baik, keluhannya akan segera hilang karena pompa jantung masih bisa bekerja dengan baik.
“Itu akan baru terlihat setelah melakukan pemeriksaan seperti EKG, ada bekas gambaran serangan. Saat USG jantung, dilihat pompanya, kok ada bagian jantung yang nggak bergerak. Nah itu tanda-tanda orang pernah kena serangan,” jelas dr Adrian.
“Serangan jantung itu bisa memicu rasa nyeri karena otot jantung kurang oksigen. Begitu ototnya sudah mati, ya orangnya ngerasa lama-lama sakitnya hilang dan mengabaikan saja,” tuturnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















