
“Kuburan tersebut tersapu banjir bandang sampai ke Danau Toba. Pihak keluarga berkeyakinan bahwa potongan tubuh tersebut adalah potongan tubuh orang tua mereka Alm Karmianna,” jelasnya.
Atas kejadian itu, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap potongan tubuh itu. Lalu, potongan tubuh tersebut dibawa pihak keluarga dan dimasukkan ke Tugu Makam Marga Haloho di Dusun 2 Binanga Bolon.
“Tugu makam tersebut dibangun oleh Pemkab Simalungun mengganti kuburan yang hanyut dan bertujuan jika ada ditemukan tulang belulang dari 22 makam yang hanyut akibat banjir bandang, dapat dimasukkan ke dalam tugu tersebut,” pungkasnya.(NET*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















