
Di lokasi yang sama, Ketua Umum Forum Solidaritas Pedagang Pasar Induk Teknik Umum Kemang, Mandor Acep Dedi Junaidi mengatakan, komunikasi antar pedagang di pasar pasar Jabodetabek, Banten serta di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat dilakukan untuk saling mengisi ketersediaan bahan pangan, terutama sayur dan buah yang menjadi komoditi utama Pasar Induk Tekum Kemang.
“Jadi ketika pasar luar kelebihan tonase bisa kita minta di kirim kesini. Begitu pula di sini kalau kelebihan tonase bisa dibuang ke pasar luar, itu untuk antisipasi kekurangan bahan-bahan yang dibutuhkan,” katanya.
Jika dirasa pasokan dari pasar atau pedagang di luar Bogor juga tidak bisa menutupi kebutuhan, maka pihaknya akan berkomunikasi dengan supplier dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur bahkan hingga dari luar pulau Jawa.
Langkah itu lanjut Acep, sudah dilakukan ketika ada indikasi adanya pasokan yang kurang beberapa hari lalu yang juga menyebabkan kenaikan harga.
Namun saat ini lanjutnya dari sisi harga, pasokan serta ketersediaan di Pasar Induk Tekum Kemang lancar dan stabil.
“Maka dari itu untuk harga di Tekum sekarang ini sangat stabil masih terjangkau sama pihak pembelanja. Bahkan harga cenderung turun,” ujarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















