
“Lebih nikmat (rasanya). Jadi dietnya juga bisa dijalankan dengan lebih baik,” sambung dr. Dion.
Untuk urusan nilai kalori, tempe memang bisa melonjak jika digoreng. Namun masih banyak metode masak lain yang lebih hemat kalori seperti dipepes, ditumis pakai sedikit minyak, dan dimasak di air fryer.
Dion menekankan tempe adalah salah satu sumber protein yang sangat bagus. Rasanyapun enak. “Jadi silakan konsumsi sesuai dengan seleramu, masak tempenya nggak apa-apa, proteinnya nggak bakal rusak,” tutup dr. Dion.
Di kolom komentar, dr. Dion juga menambahkan kalau tujuan makan tempe mentah untuk dapat probiotik, menurutnya tidak sepadan.
“Lebih baik cari probiotik dari sumber lain seperti yoghurt dan kimchi. Dan sebenarnya bakteri baik di usus juga akan tetap berkembang baik dengan variasi makanan dan konsumsi serat yang cukup. Jadi nggak harus probiotik terus juga,” ujarnya.
Sementara itu, prebiotik yaitu serat pada tempe tidak akan rusak dengan dimasak. “Prebiotik yaitu serat pada tempe, gak rusak dengan dimasak. Mereka tidak selemah itu sayang,” tutup dr. Dion.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















