
Lanjut Sekda Jabar menambahkan untuk permukiman klaster terdapat 172 rumah yang terdampak. Setelah dilakukan pengecekan ada 40 rumah yang sudah dilakukan asesmen. Untuk yang 132 rumah sisanya sedang dilakukan asesmen sampai dengan hari Minggu nanti.
Katanya ada waktu tiga hari yakni Jumat, Sabtu, Minggu, dan insya Allah yang 134 rumah, ditambah yang sudah di asesmen 40 rumah, akan disampaikan ke BPKAD, diproses nanti melalui BPBD untuk mendapatkan support dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) tentu sesuai dengan ketentuan, karena harus akuntabel.
“Mudah-mudahan paling telat hari Rabu, 172 rumah, bantuan sudah bisa didistribusikan, dan barusan kami juga sudah sepakat dengan perwakilan dari 172 rumah yang mengikuti kesepakatan, semoga hari Rabu bisa didistribusikan ke semua pemilik rumah yang terdampak, sehingga bisa langsung dieksekusi,” tuturnya.
Menurutnya, sinergi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor ini adalah ikhtiar dan komitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dengan optimal.
“Tentu kami dari Pemprov Jabar menyampaikan permohonan maaf, tapi yang jelas kami akan bergerak cepat dan cermat. Pemprov Jabar harus ada di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala BPBD, Kadis DPKPP, Kadis DLH, Forkopimcam Gunung Putri, Camat Gunung Putri dan Kades Ciangsana. (*/Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















